Minggu, 10 Agustus 2008

Narkoba Merusak Generasiku


Narkoba, kata yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah terbiasa mendengar kata tersebut. Dalam arti bahwa apabila kita sedang menyaksikan berita biasanya mengenai narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya. Apalagi yang mengkonsumsi barang terlarang tersebut umumnya adalah para kawula muda yang sedang beranjak remaja.

Remaja dalam kesehariannya selalu menemui berbagai hal yang dapat mengubah pola pikir atau sikap meskipun pengaruhnya relatif kecil.

Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, masa dimana kita mencari diri kita yang sesungguhnya, masa dimana kita ingin mencoba segala hal yang tidak kita ketahui. Kita akan tahu bagaimana sebenarnya diri kita yang sesungguhnya, kita akan merasa cocok dan tidak cocok jika kita sudah mencoba segala hal yang awalnya membuat kita penasaran. Tapi, lain halnya jika yang dicoba adalah narkoba.

Sebenarnya apa sih narkoba itu?
Narkoba adalah bahan kimia yang digunakan sebagai obat-obatan dalam bidang medis. Namun, dalam pengertiannya tidak secara jelas diuraikan tentang definisi narkoba tersebut. Narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat-obatan, atau yang lebih dikenal dengan sebutan NAZA (Narkotika dan Zat Adiktif). Narkotika sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan menambah ilmu pengetahuan yang digunakan dalam penelitian. Menurut Undang Undang Nomor 22 Tahun 1997, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Tetapi yang jelas, narkoba banyak disalahgunakan oleh generasi muda kita saat ini.

Masalah penyalahgunaan narkoba oleh para remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor dari dalam anak itu sendiri yang meliputi faktor kecerdasan, usia, dan masalah-masalah yang sedang dihadapinya. Faktor dari luar meliputi pengaruh yang timbul dari keadaan keluarga, pergaulan dengan sesama teman maupun dengan orang dewasa, dan pengaruh media massa yang dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian anak. 

Penggunaan narkoba dapat mengakibatkan dampak yang berbahaya terutama bagi jasmani dan rohaninya. Apabila penggunaan narkoba dihentikan secara mendadak, segera akan muncul gejala yang tidak enak bahkan menyakitkan. Gejala seperti itu disebut gejala putus obat (sakaw). Kekhawatiran akan timbulnya gejala ini mendorong remaja untuk mendapatkan narkoba dengan berbagai cara. Untuk memperoleh efek sama yang dikehendaki dosis yang digunakan lambat laun harus ditingkatkan. Tentu saja hal ini dapat mengakibatkan pecandu narkoba mengalami overdosis bahkan kematian.

Pada dasarnya, ada 3 tahapan pokok di dalam pengobatan ketergantungan narkoba, yang meliputi:
Tahap detoksifikasi
Adalah tahapan untuk menghilangkan racun dari dalam tubuh pemakai.
Tahap rehabilitasi
Pada tahap ini dilakukan rehabilitasi pada pemakai narkoba secara fisik dan mental.
Tahap tindak lanjut
Tahap ini merupakan pembinaan khusus setelah pemakai narkoba keluar dari panti rehabilitasi atau tempat perawatan.

Untuk mengurangi maupun memberantas angka pengguna narkoba, dibutuhkan kerjasama antara masyarakat dengan pihak yang berwenang. Selain itu, dibutuhkan kesadaran dari semua pihak untuk tidak mengkonsumsi narkoba. SAY NO TO DRUGS!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share your Opinion here...